Simplr.id — Volkswagen dilaporkan tengah melakukan studi kelayakan internal untuk membawa model-model mobil listrik (EV) yang dikembangkan di China ke pasar Eropa. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Volkswagen untuk memperkuat posisinya di pasar global, terutama di China yang telah mengalami perkembangan pesat dalam industri kendaraan listrik.
Sebuah studi kelayakan internal sedang berjalan untuk mengevaluasi opsi impor kendaraan utuh atau produksi lokal di Eropa. Pabrik Zwickau di Jerman disebut sebagai salah satu lokasi potensial untuk produksi.
Potensi Model yang Dibawa ke Eropa
Beberapa model yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk pasar Eropa antara lain seri ID. Era, khususnya SUV 9X, serta SUV lain yang berbasis platform Compact Main Platform (CMP) dan China Electronic Architecture (CEA) Volkswagen. Platform ini dikembangkan khusus untuk mobil listrik berbiaya lebih rendah di China, dengan CEA dikembangkan bersama Xpeng untuk mengurangi waktu pengembangan dan kompleksitas elektronik.
Salah satu model yang menarik perhatian adalah ID. Era 5X, SUV lima penumpang berukuran 4.560 mm x 1.896 mm x 1.630 mm dengan jarak sumbu roda 2.815 mm. Mobil ini menggunakan motor listrik 155 kW (208 hp) dan baterai LFP dari CATL, serta dilengkapi LiDAR dan sistem bantuan mengemudi Xingyun dengan kemampuan navigasi perkotaan.
Model lain yang potensial adalah ID. Era 5S, sebuah sedan plug-in hybrid (PHEV) yang dikembangkan oleh SAIC-Volkswagen. Sedan ini memiliki dimensi 4.836 mm x 1.880 mm x 1.505 mm dengan jarak sumbu roda 2.766 mm. Powertrainnya menggabungkan mesin bensin 1.5 liter dengan motor listrik 130 kW (174 hp), menawarkan jangkauan listrik 160 km dan jangkauan gabungan lebih dari 2.000 km. Kehadiran PHEV ini bisa sangat relevan mengingat popularitasnya di Eropa, terutama karena saat ini belum dikenakan tarif tambahan seperti BEV buatan China.
Inovasi dan Tantangan
Volkswagen ID. Unyx 09, sedan fastback yang dikembangkan bersama Xpeng dalam 24 bulan, juga menjadi sorotan. Mobil ini memiliki dimensi 5.081 mm x 1.980 mm x 1.526 mm dengan jarak sumbu roda 3.030 mm. Tersedia dalam varian penggerak roda belakang (230 kW) dan all-wheel drive (370 kW), menggunakan sel baterai LFP dari CATL.
Sementara itu, ID. Unyx 08 yang sudah dijual di China adalah SUV listrik lima tempat duduk yang menggunakan sistem kelistrikan 800V dan baterai LFP CATL dengan jangkauan hingga 730 km. Model ini mengilustrasikan tantangan adaptasi perangkat lunak dan sistem bantuan mengemudi (ADAS) yang dikembangkan untuk pasar China agar sesuai dengan regulasi Eropa.
ID. Era 9X, SUV terbesar Volkswagen yang dikembangkan SAIC-Volkswagen, juga menjadi kandidat serius. Mobil ini berukuran 5.207 mm x 1.997 mm x 1.810 mm dengan jarak sumbu roda 3.070 mm, menggunakan konfigurasi enam kursi. Berbeda dengan model ID. Eropa, ID. Era 9X adalah EREV (Extended Range Electric Vehicle) dengan mesin bensin 1.5 liter sebagai generator. SUV ini menawarkan performa tinggi dengan sistem penggerak dual-motor AWD dan pilihan baterai 51,1 kWh atau 65,2 kWh.
Model lain seperti ID. Aura T6 dan Jetta M6 dinilai kurang mungkin menjadi kandidat awal untuk Eropa karena penyesuaian pasar dan ekosistem teknologi yang spesifik untuk China.
Pergeseran Alur Pengembangan
Langkah Volkswagen membawa mobil buatan China ke Eropa menandai pergeseran alur pengembangan tradisional dari Jerman ke China. Organisasi pengembangan Volkswagen di China diklaim mampu membawa kendaraan ke pasar lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah. Meskipun demikian, setiap versi Eropa akan memerlukan adaptasi signifikan pada perangkat lunak, sistem bantuan mengemudi, material, dan komponen lain agar sesuai dengan regulasi Eropa, selain potensi tarif impor.
Ikuti Simplr.id