Simplr.id — Huawei dan BAIC secara resmi membuka prapenjualan untuk SUV off-road terbarunya, Stelato G9, di China. Mobil ini ditawarkan mulai dari 439.800 yuan, yang setara dengan sekitar Rp 1 miliar (dengan kurs Rp 2.400 per yuan) atau USD 65.120. SUV berdimensi panjang 5,2 meter ini tersedia dalam pilihan powertrain Extended Range Electric Vehicle (EREV) dan Battery Electric Vehicle (BEV), dengan tenaga puncak mencapai 437 kW atau 586 hp. Stelato G9 mengintegrasikan berbagai teknologi canggih dari Huawei.
Stelato merupakan merek mobil premium hasil kolaborasi Huawei dan BAIC, yang diluncurkan pada tahun 2024 dengan model sedan S9 sebagai produk perdana. Setahun kemudian, varian station wagon S9T turut meramaikan pasar. Meskipun demikian, performa pasar merek ini masih terbilang belum optimal, dengan catatan 21.044 unit kendaraan yang diserahkan kepada pelanggan di China pada semester I 2026, berdasarkan data dari China EV DataTracker.
Munculnya Stelato G9 sebagai model ketiga brand ini cukup mengejutkan, mengingat butuh waktu dua tahun bagi merek tersebut untuk meluncurkan sebuah SUV. Padahal, BAIC dikenal luas di China dan beberapa pasar internasional sebagai “ahli off-road” dengan merek independen Beijing Off-Road yang memiliki beragam SUV di berbagai segmen. Kini, keahlian BAIC tersebut diharapkan dapat diaplikasikan secara maksimal dalam proyek bersama Huawei ini. Stelato G9 akan didistribusikan melalui jaringan penjualan HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance) milik Huawei, yang juga mencakup merek Aito, Luxeed, Stelato, Saic (Shangjie), dan Maextro.
Desain dan Kemampuan Off-Road Stelato G9

Terlepas dari tampilan eksteriornya yang kokoh, Stelato G9 sebenarnya mengadopsi konstruksi monokok tanpa rangka independen. Mobil ini merupakan SUV ukuran penuh dengan dimensi 5206/2050/1897 mm dan jarak sumbu roda 3.160 mm. Jika dihitung bersama dengan ban serep yang terpasang di pintu belakang, panjangnya mencapai 5.377 mm. Sudut pendekatan dan keberangkatannya masing-masing adalah 23 dan 26 derajat, yang mengindikasikan Stelato G9 tidak dirancang untuk off-roading ekstrem. Namun, mobil ini memiliki kedalaman rendaman maksimum hingga 900 mm.
Desain G9 mengadopsi bahasa desain baru dari brand ini, menampilkan lampu depan bulat yang terintegrasi ke dalam blok persegi panjang vertikal. Fitur eksterior lainnya meliputi gagang pintu yang tersembunyi, pelek krom berukuran besar 22 inci, dan pilar yang dihitamkan. Stelato G9 mampu menarik beban hingga 2.000 kg. Fitur unggulan lainnya termasuk lampu depan Xpixel dari Huawei yang dapat memproyeksikan gambar, serta sistem bantuan mengemudi Huawei yang dilengkapi sensor LiDAR 892-line di bagian atap.
Interior dan Konfigurasi Kabin

Bagian interior mobil ini menampilkan dasbor dengan tiga layar: kluster instrumen LCD, layar sentuh utama, dan layar untuk penumpang. Tuas persneling ditempatkan di belakang kemudi. Konsol tengah dilengkapi pengisi daya nirkabel untuk ponsel, panel kontrol fisik, dan kompartemen penyimpanan tersembunyi. Mobil ini menawarkan dua pilihan konfigurasi interior dengan lima (2+3) dan enam (2+2+2) kursi. Kursi baris kedua pada versi enam kursi dilengkapi fitur pijat, ventilasi, dan pemanas, serta sandaran kaki elektrik.
Pilihan Powertrain EREV dan BEV
Stelato G9 tersedia untuk pemesanan dengan pilihan powertrain EREV dan BEV. Model EREV dilengkapi mesin bensin 1.5 liter turbo buatan BAIC dengan tenaga 118 kW (158 hp). Mesin ini menyalurkan daya ke baterai berkapasitas 75 kWh, yang memungkinkan jarak tempuh listrik sejauh 405 km dalam kondisi pengujian CLTC. Jarak tempuh gabungan untuk G9 EREV mencapai 1.366 km. Model ini juga dilengkapi dengan dual-motor all-wheel drive (AWD) yang menghasilkan tenaga total 437 kW (586 hp). Sementara itu, model BEV menawarkan motor listrik yang sama dengan paket baterai 120 kWh, memberikan jangkauan listrik hingga 728 km berdasarkan standar CLTC.
Ikuti Simplr.id