Simplr.id — Kendaraan listrik murni pertama di dunia yang dirancang khusus untuk pertambangan dan ditenagai oleh baterai sodium-ion secara resmi diserahkan pada tanggal 4 Agustus di tambang Tangshan Sanyou, China. Truk ini merupakan hasil kolaborasi riset dan pengembangan antara Hina Battery dan Tonly Heavy Industry.
Dibangun di atas platform truk tambang TONLY TLE120, kendaraan ini dilengkapi dengan sistem baterai sodium-ion seri “Haixing” dari Hina Battery. Sistem baterai ini memiliki kapasitas total sebesar 676 kWh, dengan kepadatan energi sel mencapai 165 Wh/kg. Desain ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi jarak pendek dengan beban berat di area pertambangan.
Menurut Hina Battery, truk ini mendukung pengisian daya cepat (fast charging), yang memungkinkannya terisi penuh dari 0% hingga 100% hanya dalam waktu 20 hingga 25 menit. Lebih lanjut, dalam siklus pengisian cepat yang sering dilakukan, baterai ini mampu mempertahankan siklus hidup lebih dari 8.000 kali. Daya tahan ini disebut sejalan dengan masa pakai keseluruhan truk tambang tersebut.
Salah satu keunggulan utama baterai sodium-ion adalah performanya yang stabil di berbagai rentang suhu. Dibandingkan dengan baterai lithium-ion tradisional, sel sodium-ion menunjukkan penurunan kapasitas yang jauh lebih sedikit di lingkungan bersuhu rendah. Hal ini menjadikan truk tambang listrik ini sangat cocok untuk operasi di tambang terbuka di wilayah utara selama musim dingin, mengatasi masalah umum penurunan jangkauan yang sering dihadapi oleh truk listrik bertenaga lithium.
Dibandingkan dengan truk tambang bermesin diesel, versi listrik ini menawarkan keuntungan signifikan dengan menghilangkan emisi gas buang dan mengurangi polusi suara di area kerja.
Setelah serah terima resmi, truk ini akan segera dioperasikan dalam kegiatan penambangan yang sesungguhnya. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data dunia nyata dalam kondisi beban kerja berat, yang kemudian akan digunakan untuk mengoptimalkan pengembangan iterasi produk di masa mendatang.
Sebelumnya, FAW Jiefang, lengan usaha truk berat dari FAW, juga mengumumkan pencapaian penting dalam pengembangan kendaraan komersial bertenaga energi baru. Perusahaan ini berhasil menyelesaikan pengujian di berbagai skenario untuk truk berat yang ditenagai oleh teknologi baterai sodium-ion dari Hina Battery.
Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa kepadatan energi baterai sodium-ion saat ini masih lebih rendah dibandingkan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP). Truk tambang sodium-ion ini berbasis pada platform TONLY TLE120. Tahun lalu, TONLY merilis model truk tambang TLE120 yang menggunakan baterai lithium iron phosphate dengan kapasitas 801 kWh, sementara model sodium-ion yang baru diluncurkan memiliki kapasitas 676 kWh. Perbedaan kapasitas ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa baterai sodium-ion belum diadopsi secara massal di kendaraan penumpang.
Ikuti Simplr.id